workaholic

Dilansir dari American Psychology Association, “Workaholic” adalah kondisi di mana seseorang merasakan paksaan atau kebutuhan dari dalam diri untuk terus bekerja yang tak dapat dikendalikan. terdapat banyak alasan mengapa seseorang menjadi gila kerja, biasanya untuk lari dari masalah yang sedang dihadapi. Mereka biasa ‘mengubur diri’ di dalam pekerjaan, sehingga terkadang lupa bahwa hidup bukan hanya untuk bekerja saja.

CIRI-CIRI WORKAHOLIC

Berikut ciri-ciri bahwa Anda adalah seorang workaholic.

1. Salah satu tanda paling jelas adalah Anda selalu mengutamakan pekerjaan di atas segalanya. Seorang workaholic selalu bekerja, tanpa mengenal waktu dan tempat. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan atau dorongan dalam diri mereka untuk selalu bekerja.

2. Dengan dorongan yang begitu besar, seorang workaholic biasanya akan merasa stress jika tidak bisa bekerja. Alhasil, mereka akan terus mencari hal yang bisa mereka kerjakan atau bahkan sampai meminta pekerjaan tambahan.

3. Tanda lainnya adalah sakit karena bekerja. Seperti yang sudah dijelaskan, seorang workaholic tidak mengenal waktu untuk bekerja. Sehingga pada akhirnya tubuh kelelahan karena tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

4. Seorang workaholic biasanya bekerja untuk mengurangi rasa bersalah atau bahkan depresiAlih-alih mengatasi permasalahan, mereka justru lebih memilih untuk bekerja untuk mengalihkan diri dari itu semua.

5. Ketika menjadi seseorang yang gila kerja, maka Anda tidak punya waktu untuk kehidupan pribadi. Karena semua waktu luang yang Anda miliki hanya untuk pekerjaan saja. Anda akan lebih mementingkan pekerjaan daripada berkumpul dengan keluarga, teman, melakukan hobi, atau bahkan meluangkan waktu untuk diri sendiri.

6. Ciri lainnya adalah tidak mengetahui apa itu workaholic atau menyadari dampak yang ditimbulkan dari kondisi ini. Alih-alih mengakui bahwa mereka gila kerja, mereka biasanya mengklaim bahwa mereka hanya bekerja keras saja.

 

DAMPAK BURUK SEORANG WORKAHOLIC

Ambiusnya dalam bekerja sudah melebihi batas wajar, mereka akan merasa bersalah dan juga gelisah jika tidak bekerja. Akibatnya, terdapat banyak dampak buruk karena perilaku ini. Berikut 7 dampak buruk di antaranya yang paling dominan ditemui oleh seseorang yang workaholic.

1. Gangguan Kesehatan Fisik

Dampak buruk paling utama yang sering para workaholic alami adalah masalah gangguan kesehatan. Tubuh baik fisik dan pikiran yang terforsir secara terus menerus untuk bekerja tentu akan membuat kesehatan menurun. Kecenderungan masalah kesehatan fisik yang mereka alami seperti sinfrom metabolik, sulit tidur, penyakit kardiovaskular, dan lainnya.

2. Gangguan Kesehatan Mental

Selain masalah fisik, masalah kesehatan mental juga terancam. Beberapa masalah yang lumrah dijumpai adalah depresi, kesehatan psikosomatik, kelelahan emosional, perasaaan sinisme, hingga menyebabkan masalah kesehatan OCD (Obsessive Compulsive Disorder), yaitu gangguan psikologis yang mempengaruhi pikiran dan perilaku penderitanya.

3. Tidak Memiliki Kepekaan Sosial

Salah satu ciri seorang workaholic adalah melupakan masalah-masalah lain di luar pekerjaan termasuk untuk berinteraksi sosial. Meskipun bekerja di kantor, mereka akan fokus pada pekerjaannya saja dan membuatnya seolah anti-sosial (meskipun keduanya berbeda). Tidak hanya di kantor, karena begitu candu pada pekerjaan mereka juga kerap bekerja lembur sehingga interaksi sosial dengan pergaulan sekitar rumah juga menjadi sangat jarang. Pada akhirnya seorang workaholic akan mengalami gangguan pada kepekaan sosial.

4. Terasingkan dari Keluarga

Ketidakpekaan seorang workaholic pada lingkungan sekitarnya juga akan dirasakan oleh keluarganya sendiri. Ketidakhadiran interaksi dengan keluarga pada akhirnya akan membuat mereka diasingkan dari keluarga. Hal ini tentu sangat berbahaya karena bagaimanapun  kehadiran dan kepedulian keluarga mengambil peranan penting untuk banyak hal di dalam hidup.

5. Perilaku Boros

Jangan anggap bahwa workaholic bisa lebih hemat atau mendapatkan uang lebih. Mereka yang mengalami workaholic bekerja hanya untuk kepuasan pribadinya, bukan untuk target atau tujuan tertentu seperti uang lembur atau kenaikan pangkat.

Oleh karena itulah, perilaku workaholic justru bisa membuat seseorang menjadi lebih boros. Kecanduannya pada bekerja membuatnya tidak mau menghabiskan waktu untuk memasak makanan sendiri atau membeli di kantin kantor. Alhasil mereka lebih condong untuk delivery makanan dan mengkonsumsi makanan cepat saji.

6. Ancaman Produktivitas

Perilaku gila kerja ini justru bisa menimbulkan turunnya produktivitas. Hal ini karena kebugaran fisik akan sangat berpengaruh kepada daya kerja, inovasi, ketangkasan, dan kreasi seseorang. Jika seorang workaholic terlihat bekerja dengan semangat pada satu hari, maka hal itu tak menjamin produktivitasnya karena disadari atau tidak kemampuan dirinya justru tengah menurun.

7. Perfeksionis yang Cenderung Membahayakan

Seorang workaholic memang cenderung bersifat perfeksionis. Tetapi sayangnya sifat perfeksionis ini bukan menjadi hal yang baik sebagaimana mestinya, melainkan menjadi membahayakan. Perfeksionisnya seorang workaholic bisa jadi tidak rasional. Dampak ini kembali lagi akan berpengaruh pada kesehatan baik fisik maupun mental.

Workaholic merupakan hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain, terutama ketika Anda pemimpin perusahaan. Menjadi seseorang yang ‘gila kerja’ tidak akan menambah kualitas pekerjaan Anda. Karena itu dengan perkembangan teknologi dalam menyelesaikan pekerjaan. Anda dapat memanfaatkan Aplikasi berbasis Cloud untuk mengakses pekerjaan kantir dari manapun dan kapan pun.

PROKA.ID adalah salah satu aplikasi atau program kasir yang memanfaatkan teknologi Cloud Base Lite Speed sehingga Anda dengan mudah dapat melakukan segala transaksi bisnis Anda secara real time dan kecepatan akses yang luar biasa.

Anda seorang workaholic? Coba gratis PROKA.ID di sini.